Kok Jadi Guru???
Pada waktu saya menjadi siswa SMA Teladan Yk, saya tidak bermimpi menjadi guru. Demikian juga teman-teman saya, tidak satupun yang bercita-cita menjadi guru. Apalagi pada waktu itu nasib guru sedang sangat buruk. Kata guru saya pada waktu itu, beliau tidak pernah makan dengan lauk daging. Tetapi hanya mampu membeli tulang-tulang (Jawa: balungan) untuk campuran membuat sup.
Ketika saya kuliah di Fakultas Biologi UGM pada semester 3, saya ditawari untuk mengikuti program PTM (Pengerahan Tenaga Mahasiswa), yaitu program yang menugaskan seorang mahasiswa tingkat II UGM untuk menjadi guru SMA di daerah terpencil. Pada waktu itu, saya ragu-ragu…tetapi akhirnya saya menerima tawaran itu karena pada saat itu kondisi politik negara sedang kacau (pasca G-30-S/ PKI) sehingga sangat mempengaruhi proses pendidikan di perguruan tinggi. Setelah 3 tahun menjadi guru, saya merasakan kenikmatannya. Semestinya, setelah menyelesaikan program itu saya harus melanjutkan kuliah di Biologi UGM. Namun saya memilih pindah ke IKIP Yogyakarta supaya dapat menjadi guru yang baik.
Kalau saya renungkan lagi, kemungkinan memang kehendak Tuhan lah…saya harus menjadi guru..
Suhardi Ms :: Jan.31.2008 :: Pribadi :: 19 Comments »