Posts RSS Comments RSS 4 Posts and 60 Comments till now

Archive for January, 2008

Kok Jadi Guru???

Pada waktu saya menjadi siswa SMA Teladan Yk, saya tidak bermimpi menjadi guru. Demikian juga teman-teman saya, tidak satupun yang bercita-cita menjadi guru. Apalagi pada waktu itu nasib guru sedang sangat buruk. Kata guru saya pada waktu itu, beliau tidak pernah makan dengan lauk daging. Tetapi hanya mampu membeli tulang-tulang (Jawa: balungan) untuk campuran membuat sup.

Ketika saya kuliah di Fakultas Biologi UGM pada semester 3, saya ditawari untuk mengikuti program PTM (Pengerahan Tenaga Mahasiswa), yaitu program yang menugaskan seorang mahasiswa tingkat II UGM untuk menjadi guru SMA di daerah terpencil. Pada waktu itu, saya ragu-ragu…tetapi akhirnya saya menerima tawaran itu karena pada saat itu kondisi politik negara sedang kacau (pasca G-30-S/ PKI) sehingga sangat mempengaruhi proses pendidikan di perguruan tinggi. Setelah 3 tahun menjadi guru, saya merasakan kenikmatannya. Semestinya, setelah menyelesaikan program itu saya harus melanjutkan kuliah di Biologi UGM. Namun saya memilih pindah ke IKIP Yogyakarta supaya dapat menjadi guru yang baik.

Kalau saya renungkan lagi, kemungkinan memang kehendak Tuhan lah…saya harus menjadi guru..

Pendidikan dan Guru

Pendidikan adalah kegiatan mengelola manusia dari bayi hingga tua, meliputi pendidikan fisik (raga)dan jiwa (psikis) yang hasilnya berupa peningkatan mutu fisik dan jiwa. Pendidikan bisa ditempuh melalui jalur formal di sekolah dan .pendidikan informal di masyarakat.

Pendidikan formal dilaksanakan pada unit-unit sekolah mulai dari pre-school hingga perguruan tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi pendidikan di sekolah antara lain sarana, prasarana, murid, guru, orang tua murid, lingkungan dan lain-lain.

Menurut hemat saya, diantara faktor-faktor tersebut yang paling dominan adalah guru. Guru adalah manusia yang megelola manusia di sekolah baik fisik maupun psikis. Tugas guru di sekolah ada dua macam, yang pertama, transfer ilmu pengetahuan kepada murid sesuai dengan jenjang sekolahnya dan mata pelajaran masing-masing, kegiatan inilah yang disebut kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kedua, tranfer kepribadian dalam KBM secara sengaja atau tidak sengaja murid banyak memperhatikan sikap dan sifat gurunya. Sehingga sedikit banyak murid akan mencontoh pembimbingnya.

Untuk mengukur keberhasilan di sekolah diadakan evaluasi atau penilaian. Hasil evaluasi tersebut sebagai parameter keberhasilan murid dan guru dalam mengikuti KBM di sekolah. Jadi, menurut hemat saya, berhasil atau tidaknya seorang murid banyak bergantung kepada peranan guru walaupun tidak menutup kemungkinan dipengaruhi faktor-faktor yang lain. Nah, bagaimana pendapat anda tentang peranan guru terhadap keberhasil kegiatan belajar-mengajar secara formal di sekolah?

Menuangkan Pengalaman dan Berbagi Melalui Blog

Saya bertugas sebagai guru mulai 1967 hingga purna tugas pada tahun 2006. Banyak pengalaman selama bertugas, suka, duka, mengenal bermacam-macam karakter anak didik dan pergantian kurikulum.

Profesi sebagai guru adalah merupakan kehormatan tersendiri. Karena medidik merupakan suatu proses yang mencerdaskan generasi penerus. Kebanggaan seorang guru apabila anak didik berhasil menjadi orang yang berguna bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat.

Kini, saya memasuki purna tugas (pensiun), untuk mengasah diri dan menuangkan pengalaman selama bertugas maka saya memberanikan diri untuk membuka blog pribadi ini. Sehingga dapat berbagi dengan rekan-rekan guru yang lain, mantan siswa dan pengunjung blog saya.

Ternyata beberapa siswa saya juga memiliki blog. Seperti murid saya di SMA Taruna Nusantara, Romi Satria Wahono, Moh. Arif Widarto, Andy Arvianto, mungkin masih banyak lagi alumnus SMA TN dan mantan siswa saya yang lain juga memiliki blog. Jadi melalui blog ini bisa menjalin kembali silaturahmi dengan siswa-siswa saya atau mungkin dengan rekan-rekan guru baik di SMA TN maupun institusi pendidikan lainnya.