Maaf, sudah lama tidak menulis, soalnya banyak keperluan yang harus diselesaikan. Tulisan kali ini tentang pengalaman pertama bertugas sebagi pendidik di SMA Metro Lampung tengah awal cawu 2 tahun ajaran 1967 (Mei 1967).

Di Sekolah ini saya diberi tugas mengajar mata pelajaran Biologi untuk kelas I dan II jurusan IPA dan Ilmu Pasti, sebagai guru baru pertama masuk kelas, saya bukan dari Fak. Keguruan tapi dari Fak. Biologi UGM baru lulus tingkat 1. Dan baru pertama kali berhadapan dengan siswa SMA. Untuk itu saya harus menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya, malam sebelum mengajar saya membaca buku pelajaran biologi dan menuliskan bahan yang akan disampaikan kepada siswa kelas I.

Ternyata, setelah saya ajarkan, tidak ada masalah dan tampaknya murid sangat senang dengan cara saya mengajar. Sehingga tidak tersasa telah berdiri di depan kelas selama 90 menit.

Saat mengajar untuk kelas II, ternyata kelas II IPA dan Ilmu Pasti dijadikan satu kelas, dalam ruangan yang cukup besar, jumlah siswa 60 orang. Sebagian siswa ada yang seumur dengan saya, sebagian lagi berpostur tubuh lebih tinggi dari saya. Akibatnya saat saya mengajar tidak dapat siswa yang duduk di belakang. Ada beberapa siswa yang belakangan termasuk anak yang sulit diajak “kompromi”. Untuk itu, diluar jam pelajaran beberapa siswa saya ajak bicara. Akhirnya pada minggu ke tiga saya merasa agak nyaman mengajar di kelas ini.

Sebagai seorang guru baru, saya berusaha mencari jati diri :

  • Bagaimana saya bisa mengajar dengan baik
  • Bagaimana saya dikenal oleh siswa.
  • Bagaimana saya bisa berkomunikasi dengan rekan-rekan guru yang lebih senior, sehingga saya bisa diterima di sekolah itu.

Pendek kata, saya berusaha diakui oleh lingkungan.

Pengalaman yang sangat menyentuh hati, saat saya memberikan ulangan (ujian) yang pertama. Saya sangat terkejut, ternyata kondisinya sangat jauh berbeda ketika saya mengikuti ulangan di SMA. Silahkan tebak apa yang terjadi…. :D