Posts RSS Comments RSS 4 Posts and 61 Comments till now

Menjadi Guru Baru

Maaf, sudah lama tidak menulis, soalnya banyak keperluan yang harus diselesaikan. Tulisan kali ini tentang pengalaman pertama bertugas sebagi pendidik di SMA Metro Lampung tengah awal cawu 2 tahun ajaran 1967 (Mei 1967).

Di Sekolah ini saya diberi tugas mengajar mata pelajaran Biologi untuk kelas I dan II jurusan IPA dan Ilmu Pasti, sebagai guru baru pertama masuk kelas, saya bukan dari Fak. Keguruan tapi dari Fak. Biologi UGM baru lulus tingkat 1. Dan baru pertama kali berhadapan dengan siswa SMA. Untuk itu saya harus menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya, malam sebelum mengajar saya membaca buku pelajaran biologi dan menuliskan bahan yang akan disampaikan kepada siswa kelas I.

Ternyata, setelah saya ajarkan, tidak ada masalah dan tampaknya murid sangat senang dengan cara saya mengajar. Sehingga tidak tersasa telah berdiri di depan kelas selama 90 menit.

Saat mengajar untuk kelas II, ternyata kelas II IPA dan Ilmu Pasti dijadikan satu kelas, dalam ruangan yang cukup besar, jumlah siswa 60 orang. Sebagian siswa ada yang seumur dengan saya, sebagian lagi berpostur tubuh lebih tinggi dari saya. Akibatnya saat saya mengajar tidak dapat siswa yang duduk di belakang. Ada beberapa siswa yang belakangan termasuk anak yang sulit diajak “kompromi”. Untuk itu, diluar jam pelajaran beberapa siswa saya ajak bicara. Akhirnya pada minggu ke tiga saya merasa agak nyaman mengajar di kelas ini.

Sebagai seorang guru baru, saya berusaha mencari jati diri :

  • Bagaimana saya bisa mengajar dengan baik
  • Bagaimana saya dikenal oleh siswa.
  • Bagaimana saya bisa berkomunikasi dengan rekan-rekan guru yang lebih senior, sehingga saya bisa diterima di sekolah itu.

Pendek kata, saya berusaha diakui oleh lingkungan.

Pengalaman yang sangat menyentuh hati, saat saya memberikan ulangan (ujian) yang pertama. Saya sangat terkejut, ternyata kondisinya sangat jauh berbeda ketika saya mengikuti ulangan di SMA. Silahkan tebak apa yang terjadi…. :D

6 Responses to “Menjadi Guru Baru”

  1. on 30 Apr 2008 at 9:25 amdina

    akhirnya nulis lagi pak :)

    banyak yang betul semua kah?

  2. on 04 May 2008 at 12:07 amarif

    Wah… Pak Hardi membandingkan sebuah SMA di Lampung dengan SMA 1 Teladan. Ya jelas beda, Pak. Saat ulangan itu pasti mereka nggak setenang siswa-siswa SMA1 Teladan.

  3. on 07 Jun 2008 at 11:02 amGregorius Ringgo TN 12

    emang bener kata orang,,selalu ada saat pertama.biasanya yang pertama ini memang sulit sebab butuh penyesuaian…tetapi juga sangat mengesankan
    ayo pak tulis lebih banyak lagi…..
    sangat menarik mengetahui pengalaman2 bapak

    salam
    saya Ringgo angkatan 12 pak

  4. on 18 Aug 2008 at 11:51 pmAslam Tirtonirmolo

    Sugeng ndalu, pak Hardi.

    Saya Aslam. Bisa Jadi pak Hardi sudah lupa. Tapi itu tidak penting. Yang terpenting bahwa saya tidak mungkin melupakan jasa pak Hardi membimbing kami kami di biologi 2, tahun 1995-1997. Saya menemukan blog pak Hardi juga karena searching di google dengan nama bapak.

    Maaf, sekarang lenggahnya di mana, pak Hardi. Sungguh kalao boleh mau sowan ke rumah pak Hardi.

    Doa kami selalu semoga pak Hardi sekeluarga selalu dalam limpahan rahmat karunia Alloh SWT. Aminn.

    Ini dulu dari murid pak Hardi di Tirtonirmolo
    Aslam Sani

  5. on 23 Aug 2008 at 8:20 amAslam Sani

    Maaf pak. Bukan 95-97 tapi 85-87

  6. on 17 Nov 2008 at 3:38 amGoklas Sirait

    Waks..jadi bapak mulai ngajar sejak umur belasan ya???
    Pantes bapak tampak tua waktu ngajar saya di sma.. udah banyak makan hati siswa2 seh dari usia belasan huehehehe..ijin bcanda pak..:)

    gtp/ tn 2

Trackback this post | Feed on Comments to this post

Leave a Reply